Monday, November 8, 2010

Tugas Morfologi dan Arsitektur Kota (Pengantar ISS)

Resume Sejarah Perkembangan Kota di Eropa

Periode Renaissance

Renaissance adalah sebuah gerakan kebudayaan pada abad ke-14 hingga abad ke-17, yang pada awalnya bermula di Italia, pada akhir Abad Pertengahan dan kemudian menyebar ke seluruh Eropa. Renaissance berasal dari bahasa Perancis yang artinya adalah "Lahir Kembali" atau "Kelahiran Kembali". Sehingga dapat disimpulkan lahirnya kembali budaya klasik, terutama budaya Yunani kuno dan budaya Romawi kuno.

Abad Renaissance di mulai sejak runtuhnya kekaisaran Romawi pada abad Pertengahan, sehingga menyebabkan kehancuran suatu kota. Dan setelah adanya perang salib di kawasan tersebut membuat pelabuhan yang dulunya hanya sebagai tempat pemberangkatan pasukan Palestina, menjadi sebuah kota dagang yang dikuasi oleh para “Golongan Borjuis”. Sehingga kehidupan yang terjadi pada masa tersebut adalah sistem Kosmopolitan, yaitu suatu system perdagangan yang tidak homogen dan jika dipandang dari pandangan politiknya bersifat sangat kedaerahan.

Dalam arsitektur bangunannya pada zaman ini adalah dengan menghubungkan proporsi yang harmonis dan juga berusaha menghubungkan matra tiap bagian utama bangunannya dengan satu modul, atau satuan panjang yang menjadi dasar. Contohnya seperti rancangan gereja St. Petrus (yang tak pernah dilaksanakan), dengan proporsi Michaelangelo yang rumit. Dengan satuan bangunan diukur secara vertical dengan perbandingan 3 : 2 : 1. Garis bentuk bangunan merupakan segitiga samasisi, merupakan bentuk geometris yang benar-benar simetri.

Dalam pemerintahannya Negara Italia adalah Republik Komune yang merupakan suatu organisasi yang terdiri atas para saudagar dan para pendiri kota, dimana pemerintahnya dipegang oleh orang yang dipilih warga kota itu sendiri. Pada masa ini pandangan hidup lebih cenderung pada segi humanisme, dimana pemenuhan di dunia lebih berat daripada persiapan untuk surga kelak. Yang mana memiliki segi rohani yang tetap mencerminkan suatu masyarakat yang lebih mementingkan duniawi, masyarakat praktis, sadar diri serta berambisi. Sedangkan dalam perkembangan seni pada zaman tersebut adalah Berawal dari kota Firenze. Setelah kekalahan dari Turki, banyak sekali ilmuwan dan budayawan (pelukis) yang menyingkir dari Bizantium menuju daerah semenanjung Italia sekarang. Dukungan dari keluarga de Medici yang menguasai kota Firenze terhadap ilmu pengetahuan modern dan seni membuat sinergi keduanya menghasilkan banyak sumbangan terhadap kebudayaan baru Eropa. Seni rupa menemukan jiwa barunya dalam kelahiran kembali seni zaman klasik. Sains di kota ini tidak lagi dianggap sihir, namun sebagai alat baru untuk merebut kembali kekuasaan yang dirampas oleh Turki. Pada akhirnya, pengaruh seni di kota Firenze menyebar ke seluruh Eropa hingga Eropa Timur. Dan dalam peradaban ini, kota Florence merupakan kota yang aktif dalam perdagangan, tempat ini dipenuhi orang dan keluarga kaya yang pada gilirannya terus bersaing untuk menunjukkan kehebatan mereka. Persaingan ini diwujudkan dengan berbagai cara, diantaranya yang paling tampak adalah usaha untuk menemukan buku-buku klasik dan mengabadikan diri mereka dalam seni.

Karakteristik ruang pada zaman ini adalah ditunjukkan dengan berbagai faktor, seperti:

  • · Adanya Keteraturan dan kesempurnaan ukuran dalam hubungan ruang.
  • Adanya kesadaran dan minat yang besar untuk mengagungkan “Seni dan Humanisme
  • Kota sebagai simbol status sosial dan keberhasilan gereja.
  • Mengenal sumbu dan mengarah pada adanya Balance Simetri. menggunakan pola grid dan diagram
  • Sumbu dan garis tengah yang kuat melambangkan konsentrasi kekuasaan yang semakin besar
  • Fountain, waterfall, tanaman dipakai sebagai ornamen dalam pembentukan karakter ruang

Dan untuk keberadaan kota ini pada saat ini adalah hanyalah beberapa peninggalannya saja. Seperti hasil lukisan-lukisan dan beberapa bangunan yang masih bertahan sampai saat ini. Namun Florence berarsitektur Renaissance abad pertengahan. Hal yang harus di ketahui dari kota ini adalah arsitektur mengagumkan dari Gereja-gereja yang berdiri megah. Salah satu yang tidak boleh terlewatkan dari kota ini adalah jembatan Ponte Vecchio yang masih asli 100% . namun ada satu teori yang telah maju menyebutkan kehancuran yang disebabkan oleh Black Death di Florence, yang menghantam Eropa antara 1348 dan 1350, mengakibatkan pergeseran dalam pandangan dunia orang-orang di Italia pada abad ke-14 dan akhirat. The Black Death adalah pandemi yang mempengaruhi seluruh Eropa dalam cara-cara yang dijelaskan, tidak hanya Italia.

Sunday, September 5, 2010

Tugas Morfologi dan Arsitektur Kota

Kota Hiburan di Macau
Minggu, 28 Februari 2010 | 04:21 WITA


MENGUNJUNGI dan menjelajahi Kota Macau, selalu saja memberikan kesan menarik untuk disimak. Kota tua bekas jajahan Portugis itu memiliki kedudukan yang sama dengan Hongkong.
Menariknya, dengan negeri sekecil itu atau sama dengan Singapura luasnya, namun mampu mengembangkan kota baru. Pengembangan kota baru itu dilakukan dengan cara mereklamasi pantai disertai dengan cut and pile gunung yang terpadu.
Di dalam kota baru itu dibangun sebuah entertainment city atau kota hiburan dengan julukan The City of Green. Kota hiburan ini konsepnya terpadu dan sangat lengkap mulai dari penyediaan hotel, kasino, tempat bermain anak, mal mewah, tempat olahraga, atraksi musik, sehingga orang-orang yang datang ke kota itu, membuatnya tidak perlu keluar ruangan lagi karena sudah sangat lengkap.
Mengunjungi kota dengan kapasitas 8.000 orang ini juga selalu membuat untuk mau menjelajahinya. Kenapa itu yang terlihat? Karena potensi alam di Macau itu tidak ada, sehingga mereka mengembangkan jasa melalui kota entertainment itu.
Setelah dari Macau, saya juga menyempatkan diri mengunjungi Kota Hongkong. Di kota jajahan negara Inggris ini merupakan kota bisnis yang terkemuka sekaligus tertua di Asia.
Yang menarik dari kota ini adalah gedung-gedung tingginya yang sudah tua itu sedang direvitalisasi atau direnovasi, sehingga kota tua Hongkong ini akan dipoles menjadi muda kembali.
Menariknya, manajemen revitalisasi kota tua pada bangunan gedung tinggi itu mengikuti bangunan jaman sekarang yang tampak pada muka bangunan dan disertai dengan bahan bangunan yang paling modern.
Jadi yang menjadi pembelajaran dari pembangunan kedua kota itu adalah bagaimana membangun ruang kota di pegunungan yang terjal. Pelajaran lainnya yang bisa disimak adalah bagaimana pengembangan ruang kota yang naik.
Serta bagaimana pemanfaatan kondisi kota dengan memanfaatkan lampu. Di Hongkong, setiap gedung diwajibkan memiliki lampu, sehingga kota ini dijuluki Neon City.(mel)

Tribun Timur
Lebih Interaktif, Lebih Akrab

Redaksi: 081.625.2233 (SMS), tribuntimurcom@yahoo.com, Facebook Tribun Timur Berita Online Makassar, twitter.com/tribuntimur
Sirkulasi: 081.625.2266 (SMS)
Iklan: 0411 (8115555)
(Q Fadlan)






REVIEW ARTIKEL
Kota Hiburan di Macau



Pada artikel diatas penulis menjelaskan tentang morfologi kota macau yang dijadikan sebagai kota hiburan yang sering disebut dengan julukan The City of Green. Yang mana kota jajahan Portugis ini dapat mengembangkan sebuah kota baru dengan cara mereklamasikan pantai yang disertai dengan cut and pile gunung yang terpadu. Karena kota ini tidak memiliki potensi alam, maka kota Macau ini mengembangkan jasanya dengan menciptakan kota hiburan.
Kota yang memiliki kapasitas 8000 orang ini memiliki pertumbuhan kota yang sangat pesat. Sebagai kota gugusan pulai, kota Macau pada saat ini terus giat dalam membangun tower dan hotel berbintng lima. Karena konsep kota ini adala koa hiburan, maka kota ini menyiapkan fasilitas yang lengkap seperti hotel, kasino, tempat bermain anak, mal mewah, tempat olahraga, dan atraksi musik sebagai sarana hiburan yang ditawarkan pada kota ini.
Selain itu di aritkel ini, penulis juga menjelaskan tentang kota bisnis terkemuka dan tertua di Asia yaitu kota Hongkong. Yang mana morfologi di kota ini terdiri dari banguna gedung tinggi yang sudah tua direvitilisasi dan direnovasi menjadi bangunan yang baru lagi dan juga bangunan yang modern. Dan kota Hongkong ini disebut sebagai Neon City. Karena disetiap bangunannya diharuskan memiliki satu lampu.
Dari artikel diatas dapat disimpulkan bahwa, dalam mengembangkan sebuah kota harus dilihat berapa besar manfaat yang pengaruh yang di dapatkan dari kota tersebut. Seperti kota Macau yang memanfaatkan kotanya sebagai kota hiburan, walaupun potensi yaang ada di kota itu tidak mendukung. Dengan mendahulukan bangunan-bangunan yang sesuai dengan fasilitas hiburan yang ada. Dan juga seperti kota Hongkong yang memanfaatkan lampunya untuk setiap gedung yang ada. Dan juga merubah bangunan kotanya menjadi kota yang modern.

Sunday, June 20, 2010

aku dan plano.....

Hai nama ku Sari Dewi Nurcahyanti, orang2 slalu manggil qw Sari kadang juga da yang manggil qw endut... macem2 lah pokoknya....
Qw nak Semarang, sekarang qw kuliah disalah satu Universitas tenama di Semarang. Disana qw ngambil Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota.
Disinilah kehidupan qw berubah 180 drajat. Semenjak kuliah disini qw jadi sering jarang di rumah, yang ada pergi ke kost temen buat ngerjain tugas.
Ya walaupun gtu, di ambil enjoy aja lah....

Itung2 ngerjain tugas bil maen.....
hehehehe
Daripada suntuk di rumah....

Makasi plano... da buat hidup qw jadi berubah....
hahahaha, lebay amat....

yang pngen msuk plano....
ga usa tkut ma tugasnya, asik ko....
sering survey gt,,,,,,